Beri aku Sayap

Saat ini aku ingin punya sayap

Yang bisa terbangkan ku ke atas

Jauh diatas awan luas

Cepat menuju pulang ke rumah

Saat ini setengah ragaku tak disini

Melayang kurasa kaki menapak

Angin yang kudengar

Bukan obrolan atau ucapan

Hampir ku tergeletak

Hari ini ku terpental

Jauh ke alam bawahku

Ingin merasa disisimu

Memijat tubuh lemahmu

Andai ku punya sayap

Aku kan ada disampingmu

Day at sea

24th Feb 2018

Sepi ini benar benar

Awalnya ku anggap biasa

Jalan sendiri

Biar tak ada tawa hadir

Tapi pasti tak ada tangis kan?

Hari hari berjalan biasa

Tak ada yang istimewa

Semua biasa

Mengalir

Sampai saat ini,

Disekiling yang ada hanya bisikan

Sekitar ku bising

Tapi aku kosong

Sepi..

Sampai kapan ?

Jawaban itu tak akan datang cepat

Sampai aku bisa kesana

Menyapa mereka

Hai…

Cape Town

Feb 8, 2018

Biar hujan ini turun

Waktu siang itu kau pergi

Menatapku pun kau tak sudi

Tetap kuiring senyum sunyi

Sepi

Terasa ditampar sengatan matahari

Akhir cerita rahasia kita disini

 

Andai Siang itu tak ada

Mungkin sunyi bersembunyi di beranda

Menarik lagi kisah kita

Diantara lautan Dosa

Menerawang cerita yang tak habis-habisnya

 

Tapi siang itu ada

Dia nyata

Menertawakan kita

Dua Manusia penuh Dosa

 

Siang

Sergap saja aku dengan panasmu

Terjang keras tubuhku

Ambil semua darah terakhirku

 

Tapi setelahnya

Biar hujan turun

Basahi tulang remuk ini

Hingga saat dia datang lagi…

 

 

Cape Town

2 minggu setelah 11 Januari 2018

Cerita Dua Manusia

Dihamparan padang tebu kulihat dirimu

Memakai baju biru

Tersenyum sendu

seakan berkata ” Aku rindu kamu ”

 

Dan berlari kamu maju

mendekap bayangku

 

Jauh kita melangkah

Diantara derap napas lelah

Hadapi semua manusia gagah

yang coba menggugah

 

Biarkan saja sayang

Kita akan terus melayang

Tinggi diatas awing awang

Hingga tak ada lagi halangan

 

 

Mauritius

15 November 2017

Ranting yang Layu Tidak akan Dipatahkan

Diam karena tidak tahu apa yang harus dikata

Bibir terSenyum bila mata saling menyapa

Hati dipaksa damai meski perih terasa

Dunia seakan tak berkawan

Digantinya sapa dengan getir

 

Patah dan hilang kesegaran

layu penampakan

hanya tatap mata terasa

tajam dan menghina

 

Tiba tiba hujan itu tiba

membasahi hingga jauh

membawa harap akan hidup

diawal bulan desember

 

 

 

 

SELIMUT PAGI

Tiba saatnya merenung

Merangkul senyum

dan Menatap Embun.

Dipagi Indah berhias sinar sang Surya

Ada kala tubuh ini bergetar

Mendesir disisir gundah

Namun ketika angan mengingat Sang Maha Besar

Keyakinan terus menebal

Syukur selalu panjatkan

Menyambut datang hari baru

Penyertaan-Nya indah

Pendampingan-Mu sungguh sangat terasa dikalbu

Meringankan beban

Menghapus masalah

Membawa harapan baru

untuk jiwa dan tekad kuat

memberi senyum bagi kami

Pagi ini adalah awal

singkirkan selimut itu

Hapus gundah di batin

Tatap dengan yakin

Kita Bisa..

 

Sendiri

Pagar itu tinggi

tak kan sanggup ku naiki

tuk sekedar liat kamu

menari

 

Atap rumah mu juga besar

kemungkinan ku masuk dari sana nol besar

 

Tepat di luar rumahmu

aku sendiri

ingin jumpa kamu

sekedar liat senyummu

hingga kukuat berlari dan mendaki

 

3 sep 2017

 

Berkeping

Samar samar dia datang

dengan pedang

siap menantang

yang menghadang

 

 

semua harus terjadi

biar tragedi

buah dari nyeri

menari membenci

silakan mencaci

 

 

tak ada yang kan bisa menahan

dia kan habiskan

 

 

dimana mana kan pecah

berkeping keping

tak bisa dirajut

apalagi di jarut

 

inilah hasil

dari dosa dosa

terima lah

nikmatilah…